Sabtu, 08 Desember 2012

Makalah Dasar-dasar Kesehatan Lingkungan "Gas Pencemar Udara Methan"



BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Isu lingkungan terkait pemanasan global saat ini sudah menjadi isu internasional, karena akibatnya sudah mulai terasa seperti perubahan iklim, perubahan rata-rata suhu harian, kelembaban, kemarau yang berkepanjangan dan tidak menentu, curah hujan, dan lain sebagainya. Dampak terhadap kesehatan masyarakat dari pemanasan global itu bisa berdampak langsung maupun tidak langsung.
Dampak langsung seperti terjadinya perubahan iklim, gelombang panas, serta musim dingin yang ekstrim dapat menimbulkan peningkatan kasus asma serta kanker kulit. Sedangkan dampak tidak langsung salah satunya meningkatnya kasus vector borne diseases yang disebabkan oleh perubahan bionomic nyamuk. Seperti diketahui, nyamuk anopheles penular malaria hanya bisa hidup di atas 150C.
Diantara sekian banyak jenis pencemar udara, yang membahayakan salah satunya adalah gas methane (CH4). Gas ini merupakan salah satu gas penyebab terjadinya efek rumah kaca dan dapat menimbulkan bahaya langsung.
Sebagai komponen utama gas alam, methane adalah sumber bahan bakar utama. Pembakaran satu molekul methane dengan oksigen akan melepaskan satu molekul CO2 (karbondioksida) dan dua molekul H2O (air):
CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O
B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pokok permasalahannya adalah :
      a.      Bagaimana sifat fisik dan kimia Metan? 
      b.      Darimana sumber/asal Metan?
      c.       Bagaimana distribusi dan dinamika Metan di Lingkungan?
      d.      Bagaimana penetapan standar dan nilai ambang batas Metan?
      e.       Apakah dampak Metan terhadap kesehatan?
f.       Bagaimana upaya pengendalian Metan?

C.   Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu :
      1.      Mengetahui sifat fisik dan kimia Metan
      2.      Mengetahui sumber/asal Metan
      3.      Mengetahui distribusi dan dinamika Metan di lingkungan
     4.      Mengetahui penetapan standar dan nilai ambang batas Metan 
     5.      Mengetahui dampak Metan terhadap kesehatan
     6.      Mengetahui upaya pengendalian Metan.
D.   Manfaat Penulisan
1.      Diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pengetahuan tentang Metan sebagai salah satu zat pencemar udara.
2.      Diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu pemenuhan tugas makalah mata kuliah Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan.









BAB II
PEMBAHASAN
1.      Sifat Fisik dan Kimia Methan (CH4)
     a.      Sifat Fisik
Metana merupakan zat yang tidak berwarna dan tidak berbau, sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam alkohol. Titik didih dan titik leburnya rendah, di bawah 0° C.
      b.      Sifat Kimia
Metana berupa senyawa yang amat stabil tidak dapat bereaksi denganasam, basa dan pereaksi-pereaksi yang umum terdapat dilaboratorium, pereaksimana dengan mudah dapat bereaksi dengan senyawa hidrokarbon tak jenuh. Reaksi oksidasi terhadap metana dapat berlangsung dengan jalan pembakaranyang akan menampakkan nyala warna kuning. Bila dicampur dengan udara padakonsentrasi tertentu (5,3-19%)  dapat menimbulkan ledakan. Ledakan dapat jugaterjadi jika gas metana dicampur dengan gas klorida dalam perbandingan 1: 2 dan diberi sinar matahari, akan tetapi jika penambahan klorida sedikit demi sedikitakan terjadi reaksi klorinasi berantai. Apabila dipanaskan pada uap temperature1000° C dengan katalisator Nitrogen, akan membentuk karbon monoksida hydrogen.
Reaksi antara gas metana dengan klor cukup menarik untukdikaji lebihlanjut, karena reaksi tersebut merupakan metode kimiawi yang cukup akuratuntuk menjelaskan mengapa struktur metana adalah tetrahedron bukan struktur  planar atau datar, dan dapat pula menggambarkan kesetaraan derajat dari tiap-tiapatom hidrogen dalam metana
CH4                       CH3     +    Cl   +    CHCl2     +    CHCl3     +    CCl4+HCL      

Campuran hasil reaksi yang diperoleh dari klorinasi metana diatas dapatdipisahkan antara satu dengan yang lainnya dan dapat diidentifikasi, karenakesemuanya mempunyai titik didih yang berbeda. Sebagaimana yang terlihat padametana yang telah mengalami klorinasi, menunjukkan bahwa 1,2,3 dan atomhidrogen dari metana diganti oleh ato klor secara beruntun dan menghasilkansenyawa klorometana (metilklorida), diklorometana (metilen klorida),triklorometana (kloroform) dan tetraklorometan (karbon tetra klorida). Masing-masing senyawa dapat dibuat dari berbagai cara dengan menggunakan beberapareaksi yang lain. Kenyataan menarik adalah bahwa bagaimanapun cara yangdipakai dalam pembentukannya, ternyata hanya ada satu jenis senyawa yang sesuai bagi masing-masing rumus.
2.      Sumber (Alamiah dan Non alamiah)
a.      Sumber Alamiah
Jumlah emisi gas metana ke atmosfir yang berasal dari sumber-sumber alamiah pada saat ini diperkirakan mencapai 208 juta ton per tahunnya. Dari keseluruhan sumber-sumber alamiah yang ada, sumber dari lahan basah (wetland) merupakan sumber yang terbesar yang jumlahnya diperkirakan sebanyak 170 Tg atau 170 juta ton pertahunnya.  Sumber-sumber lainnya adalah emisi geologis (geological emissions) yang diperkirakan sebanyak 42-64 juta ton/tahun, emisi dari danau-danau sekitar 30 juta ton per tahun dan emisi dari tumbuh-tumbuhan sebanyak 20-60 juta ton pertahunnya.
Emisi dari lahan basah
Lahan basah merupakan ekosistem yang  jenuh dengan  air, dimana air ini memegang peranan penting dalam menentukan sifat-sifat  tanah, spesies tanaman dan hewan yang ada. Luas lahan basah meliputi sekitar 5% dari seluruh permukaan bumi, terdiri dari daerah-daerah yang drainasenya tidak baik dan daerah tropis yang banyak curah hujannya. Pada lahan basah bahan-bahan organik dapat membusuk dan terdekomposisi dengan bantuan mikroorganisme methanogens dalam kondisi lembab dan kekurangan oksigen menghasilkan gas metana.
Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat dalam laporannya tahun 1993 memperkirakan total emisi gas metana dari lahan basah mencapai 109 juta ton per tahunnya, dimana lahan basah di daerah tropis menyumbang 66 juta ton per tahunnya. Angka ini diperoleh dari  extrapolasi berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan di daerah-daerah tertentu. Perkiraan ini mungkin tidak terlalu tepat sebab besarya emisi gas sangat berfluktuasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tempat dan waktu. 
Dalam laporan terbarunya tahun 2010, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat memperkirakan jumlah emisi gas metana yang berasal dari lahan basah ini mencapai 170.3 juta ton pertahunnya, dimana lahan basah di daerah tropis menyumbang sekitar 81 – 206 juta ton pertahun dengan rata-rata sekitar 128 juta ton per tahunnya. Berdasarkan laporan-laporan tersebut terlihat bahwa jumlah emisi gas metana dari lahan basah di daerah tropis tetap merupakan penyumbang emisi gas metana paling besar dan telah mengalami peningkatan dibandingkan emisinya di tahun 1993.
Emisi geologis
Gas metana dapat keluar secara alamiah dari permukaan bumi. Emisi gas metana dari permukaan bumi kadang-kadang keluar melalui “macroseepage” dimana gas keluar dalam jumlah yang relatif besar di suatu lokasi. Gas metana dapat juga keluar dari perut bumi melalui gunung-gunung berapi yang masih aktif atau di daerah geothermal. Lokasi keluarnya gas metana dari perut  bumi ini dapat terjadi di daratan atau di laut di bawah permukaan air.
Jumlah emisi yang keluar dari permukaan bumi ini sangat sulit diperkirakan. Namun laporan terakhir Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat memperkirakan jumlah emisi dari permukaan bumi ini antara 42-64 juta ton pertahunnya.
Emisi dari danau
Danau merupakan suatu badan air yang terbentuk secara alamiah. Dalam pembahasan tentang sumber gas rumah kaca, bendungan tidak dimasukkan dalam kelompok danau.  Sumber gas rumah kaca yang berasal dari bendungan digolongkan pada sumber yang diakibatkan oleh kegiatan manusia (anthropogenic). 
Danau alamiah memproduksi dan memberi kontribusi tehadap kadar metana di atmosfir. Gas metana pada danau terbentuk di dasar danau akibat aktifitas mikroorganisme  methanogens pada kondisi anarobik (kekurangan oksigen). Pembentukan gas metana di dasar danau dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain cuaca, ukuran dan kedalaman danau. Selain itu dipengaruhi juga oleh   produktivitas tanaman dan hewan mikroskopis maupun makroskopis yang menjadi bahan organik bila mati atau tenggelam dan akan menjadi bahan gas metana.
Emisi gas metana dari dasar danau ke atmosfir diperkirakan sebanyak 30 juta ton pertahunnya, dapat terjadi melalui gelembung, difusi dan juga melalui tanaman  serta arus balik. Emisi melalui gelembung-gelembung merupakan yang paling dominan, yang diperkirakan mencapai 90%.
Emisi dari tumbuh-tumbuhan
Tumbuh-tumbuhan sudah lama diketahui dapat berfungsi sebagai media transportasi gas metana dari tanah atau sedimen dasar ke atmosfir. Penelitian terbaru ternyata menyimpulkan bahwa tumbuh-tumbuhan itu sendiri juga dapat menghasilkan gas metana. Pada tahun 2006 dilaporkan bahwa tumbuh-tumbuhan mengeluarkan gas metana melalui proses yang masih belum jelas pada kondisi kekurangan oksigen. Perkiraan besarnya emisi gas metana dari tumbuh-tumbuhan berkisar antara 20 sampai 60 juta ton per tahunnya. Namun peneliti lain memperkirakan metana yang berasal dari tumbuh-tumbuhan ini mencapai sepertiga dari seluruh gas metana yang dihasilkan secara alamiah. Jika pendapat yang terakhir ini benar, maka perkiraan jumlah emisi gas methane yang berasal dari wetland saat ini dianggap terlalu besar.
b.      Sumber Non Alamiah
Sumber gas metana yang berasal dari kegiatan manusia diperkirakan lebih banyak dibandingkan dengan yang berasal dari alamiah. Jumlah emisi gas methane yang berasal dari kegiatan manusia ini diperkirakan sudah mencapai 320 juta ton per tahunnya, dibandingkan dengan 208 juta ton pertahunnya dari sumber alamiah.
Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (U.S.-EPA) dalam “Inventory of U.S. Greenhouse Gas Emissions and Sinks (2008)”, sumber gas metana yang diakibatkan oleh kegiatan manusia terutama berasal dari kegiatan penambangan dan pemakaian bahan bakar, kegiatan peternakan serta tempat pembuangan akhir sampah.
Sumber dari penambangan dan pemakaian bahan bakar
Gas metana selalu dijumpai pada lokasi-lokasi penambangan bahan bakar fosil. Gas metana ini akan keluar apabila bahan bakar fosil, baik batubara, minyak ataupun berupa gas ditambang dari perut bumi. Selain pada saat proses penambangan, gas metana juga teremisi ke atmosfir pada saat pemrosesan, transportasi, dan pemakaian bahan bakar fosil.
Sumber dari usaha peternakan.
Secara global, usaha peternakan merupakan sumber gas metana terbesar yang bersumber dari kegiatan manusia, sedangkan di Amerika merupakan sumber terbesar ketiga. Pada usaha peternakan ini, emisi gas metana ke atmosfir dapat terjadi dalam dua cara. Cara pertama yang disebut “enteric fermentation” yang terjadi dalam perut binatang ternak memamah biak seperti sapi, domba dan kambing. Pada saat binatang-binatang  ini melakukan pencernakan terbentuklah gas metana dalam jumlah yang cukup banyak. Cara yang kedua adalah melalui kotoran dari binatang-binatang tersebut. Kotoran binatang tersebut mengandung banyak bahan-bahan organik. Apabila bahan organik tersebut terdekomposisi dalam suasana anaerob maka akan menghasilkan gas metana. Sebenarnya dengan manajemen yang baik emisi gas metana ke atmosfir dari usaha peternakan ini dapat dikurangi atau bahkan gas metana yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar.
Sumber dari tempat pembuangan sampah
Tempat pembuangan sampah merupakan tempat dimana terdapat bahan-bahan organik dalam jumlah yang cukup besar. Karena sampah yang dibuang ke lokasi pembuangan tersebut terus menumpuk maka terjadilah tumpukan sampah yang makin lama makin tinggi. Tumpukan sampah yang mengandung bahan organik di lapisan bawah akhirnya mengalami keadaan kekurangan oksigen (anaerobik) dan terjadilah proses dekomposisi yang menghasilkan gas metana.
Jumlah emisi gas metana dari pembuangan akhir sampah secara keseluruhan mencapai kira-kira 30 – 70 juta ton per tahunnya. Kebanyakan gas metana dari sumber ini berasal dari negara-negara berkembang yang kadar pembuangan sampahnya cenderung besar.
Sumber gas metana dari DAM dan bendungan
Dam dan bendungan merupakan tampungan air yang sangat besar yang dibangun untuk berbagai tujuan, misalnya mengurangi banjir, suplay air irigasi, sarana rekreasi dan juga pembangkit tenaga listrik. Pembangkit tenaga listrik yang digerakkan oleh tenaga air dari bendungan selama ini dianggap sebagai sumber energi hijau karena tidak menimbulkan masalah terhadap lingkungan. Namun anggapan tersebut pada saat terakhir ini mulai dipertanyakan karena bendungan ternyata merupakan sumber gas metana yang potensial dan berkontribusi terhadap pemanasan global. 
Anggapan bahwa waduk merupakan sumber gas metana yang cukup besar dan merupakan penyebab pemanasan global yang potensial memang masih bersifat kontroversial dan menimbulkan perdebatan. Sebagian peneliti menyatakan bahwa bendungan merupakan sumber gas metana yang cukup besar dan berpotensi menimbulkan pemanasan global sehingga sebutan bahwa pembangkit tenaga listrik tenaga air pada bendungan yang selama ini dikenal sebagai sumber energi hijau perlu dipertanyakan. Namun sebagian peneliti lainnya kurang setuju dengan pendapat tersebut dan menganggap pertanyaan  tersebut suatu kesalahan dan hanya berdasarkan asumsiasumsi yang belum tentu benar.
Dalam penggolongannya, sumber gas metana dari waduk termasuk sumber yang diakibatkan oleh kegiatan manusia (anthropogenic). Menurut World Commission on Dams, air bendungan yang menggenangi kawasan lahan yang cukup luas, termasuk hutan, sawah dan ladang mengandung bahan-bahan organik. Bahan-bahan organik yang terendam di dasar bendungan ini akan menjadi lapuk dan terdekomposisi menghasilkan gas metana. Diperkirakan emisi gas metana dari waduk-waduk di dunia ini dapat mencapai 120 juta ton per tahunnya
Waduk-waduk di India diperkirakan menghasilkan seperlima dari total emisi gas metana di negeri tersebut. Gas-gas metana tersebut diperkirakan mencapai 33,5 juta ton pertahunnya, yang terdiri dari 1,1 juta ton berasal dari emisi di permukaan waduk, 13,2 juta ton dari spillway dan 19,2 juta ton berasal dari emisi pada turbin pembangkit tenaga listriknya. Perkiraan-perkiraan ini masih menimbulkan kontroversi karena perhitungan-perhitungan tersebut masih banyak menggunakan asumsi-asumsi yang belum tentu kebenarannya. 
Untuk memperoleh data yang akurat seberapa besar emisi gas metana dari bendungan, terutama yang dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik maka pengukuran gas metana yang disebabkan adanya dam atau bendungan perlu dilakukan.
3.       Distribusi dan Dinamika di Lingkungan (Reaksi Kimia)
     a.       Distribusi
Pada tahun 2008, kandungan gas metana di atmosfer sudah meningkat kembali
menjadi 1.800 nmol/mol. Metana terbentuk dekat permukaan bumi, terutama karena aktivitas mikroorganisme yang melakukan proses metanogenesis. Gas ini kemudian terbawa ke stratosfer oleh udara yang naik di iklim tropis. Konsentrasi metana di udara sebenarnya sudah dapat dikontrol secara alami-tapi karena banyak aktivitas manusia yang menghasilkan metana maka sekarang membuat gas ini menjadi salah satu gas rumah kaca, penyebab pemanasan global. Metana memiliki waktu "hidup" sekitar 10 tahun, baru setelah itu akan hilang dengan berubah menjadi karbon dioksida dan air. Pada tahun 2010, kandungan metana di Arktik diperkirakan 1850 nmol/mol, 2 kali lebih tinggi jika dibandingkan sampai 400.000 tahun sebelumnya. Pada sejarahnya, konsentrasi metana di atmosfer bumi berkisar antara 300 dan 400 nmol/mol selama periode glasial/zaman es dan 600-700 nmol/mol pada periode interglasial. Level konsentrasi metana ini bahkan bertambah jauh lebih besar daripada penambahan karbon dioksida.
      b.      Dinamika di Lingkungan
Reaksi-reaksi utama pada metana adalah pembakaranpembentukan ulang uap menjadi syngas, dan halogenasi.
Reaksi asam basa
Seperti hidrokarbon lainnya, metana adalah asam yang sangat lemah. Nilai pKa-nya pada DMSO diperkirakan 56. Metana tidak dapat dideprotonasi dalam larutan, tapi konjugat basanya dengan metillitium sudah diketahui. Protonasi dari metana dapat dibuat dengan cara mereaksikannya dengan asam super sehingga menghasilkan CH5+, terkadang disebut ion metanium.
Pembakaran
Pada reaksi pembakaran metana, ada beberapa tahap yang dilewati. Hasil awal yang didapat adalah formaldehida (HCHO atau H2CO). Oksidasi formaldehid akan menghasilkan radikal formil (HCO), yang nantinya akan menghasilkan karbon monoksida (CO):
CH4 + O2 → CO + H2 + H2O
H2 akan teroksidasi menjadi H2O dan melepaskan panas. Reaksi ini berlangsung sangat cepat, biasanya bahkan kurang dari satu milisekon.
2 H2 + O2 → 2 H2O
Akhirnya, CO akan teroksidasi dan membentuk CO2 samil melepaskan panas. Reaksi ini berlangsung lebih lambat daripada tahapan yang lainnya, biasanya membutuhkan waktu beberapa milisekon.
2 CO + O2 → 2 CO2
Hasil reaksi akhir dari persamaan diatas adalah:
CH4 + 2 O2 → CO2 + 2 H2O (ΔH = −891 kJ/mol (dalam kondisi temperatur dan tekanan standar)
Reaksi dengan halogen
Metana bereaksi dengan halogen maka reaksi kimianya adalah:
CH4 + X2 → CH3X + HX
dimana X adalah atom halogenfluorin (F), klorin (Cl), bromin (Br), atau iodin (I). Mekanisme untuk proses ini dinamakan halogenasi radikal bebas. Reaksi dimulai dengan radikal Cl· menempel pada metana untuk menghasilkan CH3·, keduanya bergabung dan membentuk metil klorida (CH3Cl). Reaksi lainnya akan menghasilkan diklorometana (CH2Cl2), kloroform (CHCl3), dan karbon tetraklorida (CCl4). Energi yang diperlukan untuk reaksi ini dapat melalui radiasi ultraviolet atau pemanasan.
4.      Standar dan Nilai Ambang Batas
Nilai Ambang Batas (NAB) adalah  standar faktor bahaya di tempat kerja sebagai pedoman pengendalian agar tenaga kerja masih dapat menghadapinya tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak lebih dari 8 jam sehari atau 40 jam seminggu. Dengan kata lain, nilai ambang batas juga diidentikkan dengan kadar maksimum yang diperkenankan. Standar Pengendalian NAB untuk gas metan adalah 50.000 ppm.
5.      Dampak Terhadap Kesehatan
Dr. Kirk Smith, Profesor Kesehatan Lingkungan Global di Universitas Kalifornia Berkley mengatakan: “Metana merupakan gas kedua dalam efek rumah kaca setelah CO2, akan tetapi gas ini menjadi ancaman yang paling berbahaya”. Metana merusak lapisan ozon dan dapat merusak kesehatan manusia. Apabila gas metana tingkat tinggi mengurangi kadar oksigen di dalam atmosfer di bawah 19,5% maka akan menyebabkan sesak nafas. Perhitungan terbaru menunjukkan bahwa selama periode 20 tahun efek pemanasan metana menjadi 72 kali lebih kuat. Penumpukan metana di atmosfer menyebabkan terhalangnya panas matahari yang harus dipantulkan kembali untuk menjaga suhu bumi tetap stabil. Akibatnya, panas pun terperangkap dan suhu rata-rata bumi meningkat. Hal itu menyebabkan perubahan-perubahan seperti naiknya permukaan air laut akibat es yang mencair di daerah kutub sehingga terjadi peneyempitan luas daratan. Daerah hangat yang menjadi lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan sehingga curah hujan pun meningkat dan lebih sering mengakibatkan banjir. Pada beberapa daerah air tanah lebih cepat menguap dan terjadilah kekeringan. Suhu yang tinggi dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan menyebabkan kelaparan, malnutrisi, dan penyakit-penyakit seperti diare, busung lapar, penyakit kulit, dan lain-lain. Ditambah dengan populasi udara hasil emisi-emisi gas yang dapat menimbulkan penyakit saluran pernapasan, seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain- lain.
6.      Pengendalian (pencegahan dan penanggulangan)
Di Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia yang pemerintah maupun rakyatnya mash belum sepenuhnya menyadari akan perlunya memproses sampah organik yang memiliki potensi yang besar dalam menimbulkan emisi gas metan ke atmosfir lewat pembusukan sampah tersebut. Jumlah sampah per hari di seluruh Indonesia pada tahun 1995 sebesar 18.000 ton, meningkat menjadi 25.700 ton pada tahun 2000, dan menjadi 4000 ton pada tahun 2010. Jika setiap sampah organik yang membusuk membentuk 50 kg gas metan, maka produksi gas metan di tahun 2010 akan sebanyak 2000 ton per hari. Dalam potensinya menyebabkan pemanasan global, jumlah gas methan di atmosfir Indonesia untuk periode 20 tahun angka setara dengan 144.000 ton gas CO2 per hari, sebuah angka yang sangat besar dan tidak boleh di abaikan. Angka ini akan semakin jauh lebih besar lagi apabila dijumlahkan dengan gas methan yang ditimbulkan oleh puluhan ribu hektar sawah maupun lading yang membusuk karena tergenang air selama berhari-hari akibat hujan lebat maupun luapan air sungai.
Dari hasil perhitungan tadi, jelaslah bahwa kita tidak boleh meremehkan adanya tumpukan sampah organik yang berserakan di sekitar kita. Pelepasan gas methan per  hari dari sampah-sampah di tanah air, yang besarnya setara dengan 144.000 ton gas CODalam rangka mengelola gas methan agar terkontrol dan tidak membahayakan diharapkan ada upaya-upaya yang dapat dilakukan dengan teknologi sederhana maupun tinggi agar gas methan ini terkelola dengan baik dan bahkan dapat mempunyai daya ungkit terhadap ekonomi. Berikut upaya-upaya yang dapat dilakukan:
      1.      Rumah tangga
Sampah-sampah organic hasil dari rumah tangga seperti potongan sayur, daging, ikan, dan lainnya dikurangi (reduce) dengan menggunakan kembali (reuse) dimana hal ini dilakukan untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mereduksi gas methan, caranya memilah sampah organik dan anorganik dengan tempat sampah yang berbeda. Apabila memilih lahan luas seperti di pegunungan atau di pedesaan maka sampah organik dapat digunakan langsung untuk pupuk tanaman tetapi apabila lahannya terbatas/sempit kita dapat membuat pupuk kering salah satunya dengan menggunakan metode takakura.
      2.      Tempat Pembuangan Akhir
Di TPA perlu dibangun teknologi yang dapat mengelola gas methan yang dihasilkan sebagai berikut:
a.       Menjadikan methan sebagai pengganti bahan bakar minyak menjadi bahan bakar fuel cell (teknologi produksi energy berbahan bakar hidrogen) yang paling ramah lingkungan dengan menghasilkan limbah air murni.
b.      Menjadikan methan sebagai biogas, biogas sebagian besar mengandung gas methan dan karbondioksida, dan beberapa kandungan yang jumlahnya kecil diantaranya hydrogen sulfide dan ammonia serta hydrogen dan nitrogen yang kandungannya sangat kecil. Semakin tinggi kandungan methan maka semakin besar kandungan energy pada biogas. Kualitas biogas dapat ditingkatkan dengan memperlakukan beberapa parameter yaitu menghilangkan hydrogen sulphur, kandungan air dan karbon dioksida. Hydrogen sulphur mengandung racun dan zat yang menyebabkan korosi, bila biogas mengandung senyawa ini maka akan menimbulkan gas yang berbahaya sehingga konsentrasi yang diizinkan maksimal 5ppm. Bila gas dibakar maka hidrogren sulphur akan lebih berbahaya karena akan membentuk senyawa baru bersama oksigen, yaitu sulphur dioksida/sulphur trioksida . pada saat yang sama akan membentuk sulphur acid suatu senyawa yang lebih korosif.
c.       Menghilangkan kandungan karbon dioksida yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas, sehingga gas dapat digunakan untuk bahan bakar kendaraan. Kandungan air dalam biogas akan menurunkan titik penyalaan biogas serta dapat menimbulkan korosif.
d.      Pada teknologi pegolahan sampah modern di beberapa Negara maju, gas metan itu disedot kelaur melalui ventilasi sehingga meminimkan risiko kebakaran. Selain itu, gas metan hasil pengolahan sampah ini juga digunakan sebagai sumber energi (biogas) termasuk menghasilkan listrik.



BAB III
PENUTUP
     1.     Kesimpulan
Gas methan CH4 seperti yang telah diuraikan di atas merupakan salah satu gas yang berperan terhadap terjadinya efek rumah kaca, teapi selain itu gas methan juga dapat menimbulkan efek secara langsung.

Disamping membahayakan, gas methan juga mempunyai potensi lain apabila dikembangkan dengan serius menggunakan teknologi yang sesuai yaitu untuk dikembangkan menjadi bahan bakar atau energi alternatif yang ramah lingkungan sehingga mempunyai dua efek nyata, yaitu mereduksi keberadaan gas methan di alam sehingga mengurangi risiko efek rumah kaca dan turut meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan sebagai energi alternatif pengganti energi fosil yang ramah lingkungan dan memberikan daya ungkit bagi perekonomian.
     2.     Saran
Dalam rangka mengelola gas methan agar terkontrol dan tidak membahayakan diharapkan ada upaya-upaya yang dapat dilakukan dengan teknologi sederhana maupun tinggi agar gas methan ini terkelola dengan baik dan bahkan dapat mempunyai daya ungkit terhadap ekonomi.













Daftar Pustaka
Pudjiastuti, dkk.1998.Kualitas Udara Dalam Ruang.Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Daud,anwar.2005.Dasar-dasar Kesehatan Lingkungan.Makassar: Hasanuddin University Press (LEPHAS).
Hardjono,Johanes.2005.Kesehatan Lingkungan.Jakarta: Graha Ilmu.
Susanta,Gatot, Hari Sutjahjo.2008. Akankah Indonesia Tenggelam,Jakarta: Penebar Plus.
Mulia,Ricki M.2005.Kesehatan Lingkungan.Yogyakarta: Graha Ilmu.
Said, Nusa Idaman.2006.Penghilangan Deterjen dan Senyawa Organik dalam Air Baku Air Minum dengan Prosese Biofilter Ungun Tetap Tercelup. Vol.7, No. 1, Hal 97-108. 16 Oktober 2012.
Husin,Husni, Lia Mairiza, Zuhra.2007.Oksidasi Parsial Metana Metanol dan Formaldehida Menggunakan Katalis CuMoO3/SiO2: Pengaruh Rasio Cu:Mo, Temperatur Reaksi dan Waktu Tinggal. Vol 6, No. 1, Hal. 210-27.16 Oktober 2012.
Sumirat, Uum, Agus Solehudin.2009.Nitrous Oksida (N2O) dan Metana (CH4) Sebagai Gas Rumah Kaca. Vol. 7, No. 2, Hal. 24-98. 16 Oktober 2012.
Humaida, Hanik.2010.Semburan Gas dan Dampaknya Terhadap Lingkungan di Sekitar Lumpur Sidoarjo. Vol. 1, No. 1, Hal. 43-58. 16 oktober 2012.

Kamis, 06 Desember 2012

konsep sehat dan kesehatan menurut perspektif islam

BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Definisi Konsep Sehat dan Kesehatan Menurut Perspektif Islam
Konsep sehat dan kesehatan merupakan dua hal yang hampir sama, tetapi berbeda.

2.1.1 Konsep Sehat
Konsep sehat menurut Parkins (1938) adalah suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya. Pada sebuah publikasi WHO tahun 1957, konsep sehat didefenisikan sebagai suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dimiliki. Sementara WHO tahun 1974, menyebutkan konsep sehat adalah keadaan sempurna dari fisik, mental, sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.
Konsep sehat menurut Islam adalah keadaan di mana seseorang dapat beribadah dengan benar sehingga dapat melaksanakan fungsi kekhalifahan dengan baik.
Dengan konsep sehat seperti ini maka konsep sehat secara konvensional akan tercakup seluruhnya, sebab seseorang yang ibadahnya benar dan dapat menjalankan fungsi kekhalifahannya dengan baik dipastikan orang tersebut memiliki jasmani, rohani dan sosial yang normal juga produktif dan tidak akan melakukan kejahatan atau hal yang merugikan orang lain, hanya bedanya dalam Islam, semuanya dilandasi dengan akidah Islamiah yang lurus.


2.1.2 Kesehatan Islam
Menurut White (1977), sehat adalah suatu keadaan di mana seseorang pada waktu diperiksa tidak mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan kelainan. Sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam musyawarah Nasional Ulama tahun 1983 merumuskan kesehatan sebagai ketahanan “jasmaniah, ruhaniyah dan sosial” yang dimiliki manusia sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan tuntunan- Nya, dan memelihara serta mengembangkannya.
Konsep tersebut ditinjau dari perspektif Islam yang mengacu dalam kitab suci Al- Quran. Islam sangat memperhatikan kondisi kesehatan sehingga dalam Al- Quran dan Hadits ditemui banyak referensi tentang sehat. Kosa kata sehat wal afiat dalam bahasa Indonesia mengacu pada kondisi ragawi dan bagian- bagiannya yang terbebas dari virus penyakit. Sehat wal afiat ini dapat diartikan sebagai kesehatan pada segi fisik, segi mental maupun kesehatan masyarakat.
Menurut Dian Mohammad Anwar dari Foskos Kesweis (Forum Komunikasi dan Studi Kesehatan Jiwa Islami Indonesia), pengertian kesehatan dalam Islam lebih merujuk kepada pengertian yang terkandung dalam kata afiat. Konsep sehat dan afiat itu mempunyai makna yang berbeda kendati tidak jarang hanya disebut dengan salah satunya, karena masing- masing kata tersebut dapat mewakili makna yang terkandung dalam kata yang tidak disebut. Dalam kamus bahasa arab sehat diartikan sebagai keadaan baik bagi segenap anggota badan dan afiat diartikan sebagai perlindungan Allah swt untuk hamba- Nya dari segala macam bencana dan tipudaya. Perlindungan Allah swt itu sudah barang tentu tidak dapat diperoleh secara sempurna kecuali bagi orang- orang yang mematuhi petunjuk- Nya. Dengan demikian makna afiat dapat diartikan sebagai berfungsinya anggota tubuh manusia sesuai dengan tujuan penciptaannya.
Sesuai dengan Sunnah Nabi inilah, maka umat Islam diajarkan untuk senantiasa mensyukuri nikmat kesehatan yang diberikan oleh Allah swt. Bahkan bisa dikatakan kesehatan adalah nikmat Allah swt yang terbesar yang harus diterima manusia dengan rasa syukur. Bentuk syukur terhadap nikmat Allah swt karena telah diberi nikmat kesehatan adalah senantiasa menjaga kesehatan. Untuk memahami sehat secara Islami, ada beberapa terminologi yang berkaitan dengan potensi manusia yang harus dipahami terlebih dahulu, yaitu:
1.    Al- jasadu, yaitu fisik manusia yang tersusun dari jaringan- jaringan tubuh seperti tangan, kaki, kepala dan lain sebagainya.
2.    Ar- ruh, yaitu sesuatu yang ditiupkan ke dalam badan manusia setelah berumur tiga kali empat puluh hari.
3.    An- nafs, yaitu sebutan dari ar- ruh apabila telah bersatu dengan badan / jasad manusia.
4.    Al- aql, yaitu alat untuk berfikir atau memahami sesuatu.
5.    Al- qalbu, (1) dengan pendekatan secara jasmani mengandung arti jantung, (2) dengan pendekatan secar ruhaniah mengandung artihati nurani.
 Al-qalbu merupakan potensi dalam diri manusia yang terpenting karena mempunyai hubungan dengan al-jasad, an-nafs dan al-aql.Semua potensi yang ada pada manusia tersebut harus dimanfaatkan sebagai manifestasi khalifah di muka bumi yang mempunyai fungsi membangun dan memelihara alam.

2.2 Kandungan Al- Quran Yang Melandasi Konsep Sehat dan Kesehatan Menurut Perspektif Islam
    Di antara ucapan- ucapan bijaksana Nabi Dawud as ada¬lah sebagai berikut, "Kesehatan adalah kerajaan yang tersembunyi". Juga. "Kesedihan sesaat membuat orang lebih tua satu tahun". Juga, "Kesehatan adalah mahkota di kepala orang-orang yang sehat, yang hanya bisa dilihat oleh orang- orang yang sakit." Dan juga, "Kesehatan adalah harta karun yang tak terlihat."

    Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

    Rasulullah bersabda.“Dua nikmat yang sering tidak diperhatikan oleh kebanyaka manusia yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas)

    Abu Darda berkata, "Ya Rasulullah, jika saya sembuh da¬ri sakit saya dan bersyukur karenanya, apakah itu lebih baik daripada saya sakit dan menanggungnya dengan sabar?" Nabi saw menjawab, "Sesungguhnya Rasul mencintai kesehatan sama seperti engkau juga menyenanginya."

    Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa bangun di pagi hari dengan badan sehat dan jiwa sehat pula, dan rezekinya dijamin, maka dia seperti orang yang memiliki dunia seluruhnya."

    Dari Ibn 'Abbas, ia berkata, aku pernah datang menghadap Rasulullah SAW, saya bertanya: Ya Rasulullah ajarkan kepadaku sesuatu doa yang akan akan baca dalam doaku, Nabi menjawab: Mintalah kepada Allah ampunan dan kesehatan, kemudian aku menghadap lagipada kesempatan yang lain saya bertanya: Ya Rasulullah ajarkan kepadaku sesuatu doa yang akan akan baca dalam doaku. Nabi menjawab: "Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah saw mintalah kesehatan kepada Allah, di dunia dan akhirat." (HR Ahmad, al-Tumudzi, dan al-Bazzar)



    Artinya “Sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali menurunkan baginya penawar, diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya”.

    “Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta‟ala.” (HR. Muslim)
    Rasulullah saw. bahwa, "Berobatlah, karena tiadalah suatu penyakit yang diturunkan Allah, kecuali diturunkan pula obat penangkalnya selain satu penyakit, yaitu ketuaan".

حديث جابر بن  عبد الله  رضي الله  عنهما  قال: سمعت  النبي  صلى الله عليه وسلم يقول: إن كان من شيئ من ادويتكم ,او يكون  فى شيئ من ادويتكم, خير,
ففى شرطة محجم, او شربة  عسل,  او لذعة  بنار  توافق  الداء, وما  أحب أن
أكتوى
    Artinya:
Hadis dari Jabir bin Abdillah, semoga Allah meridai keduanya, ia berkata: Aku telah mendengar Nabi saw bersabda: jika telah ada sesuatu dari obatmu, atau akan ada sesuatu dalam obatmu itu kebaikan, maka canduk (bekam), atau minum madu atau membakar besi dengan api kemudian ditusukkan pada penyakitnya, dan aku tidak suka kei (membakar besi kemudian ditusukkan pada yang sakit- HR. Muttafaqun ‘alaih).

حديث أبى هريرة  رضى الله  عنه, أنه  سمع  رسول الله  صلى الله عليه وسلم يقول: فى الحبة السوداء شفاء من كل داء إلا السام.متفق عليه.
    Artinya:
Abu Hurairah mendengar dari Rasulullahsaw bersabda: di dalam jintan hitam itu terkandung obat dari berbagai penyakit kecuali maut. (HR. Muttafaqun ‘alaih).

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا اشتكى, يقرأ على نفسه بالمعوذات, وينفث.فلما استدوجعه كنت أقرأ عليه, وأسح بيده, رجاءبركتها.متفق عليه.
    Artinya:
Bahwa, jika  Rasulullah merasa sakit, ia membaca untuk dirinya surat al-mu’awwidzat (surat al-Ikhlas, surat al-Falaq, dan surat an-Nas) kemudian meludahi- gerakan meludah tetapi tidak keluar air ludahnya ke bagian yang sakit. Ketika sakitnya itu semakin berat, aku yang membacakan untuknya dan aku yang mengusapkan dengan tangannya pada bagian yang sakit dengan mengharapkan berkahnya (al-mu’awwidzat- HR. Muttafaqun ‘alaih).

2.3 Konsep Sehat dan Kesehatan Dalam Perspektif Islam
Sehat dalam Islam bukan hanya merupakan sesuatu yang berhubungan dengan masalah fisik (jasmani), melainkan juga menyangkut psikis (jiwa), karena itulah mengapa Islam memperkenalkan konsepsi al- shihhah wa al- afiyat (lazim diucapkan sehat wal'afiat). Maksud dari konsep itu yakni suatu kondisi sehat di mana seseorang mengalami kesehatan yang paripurna, jasmani, dan rohani atau fisik dan psikis. Jika makna sehat seluruhnya berhubungan dengan masalah fisik-ragawi, menurut istilah Quraish Shihab ialah berfungsi bagi seluruh anggota tubuh manusia sesuai dengan tujuan pencipta- Nya.
Sudah menjadi semacam kesepakatan, bahwa menjaga agar tetap sehat dan tidak terkena penyakit adalah lebih baik daripada mengobati, untuk itu sejak dini diupayakan agar orang tetap sehat. Menjaga kesehatan sewaktu sehat adalah lebih baik daripada meminum obat saat sakit.
Berbagai upaya yang mesti dilakukan agar orang tetap sehat menurut para pakar kesehatan, antara lain, dengan mengonsumsi gizi yang yang cukup, olahraga cukup, jiwa tenang, serta menjauhkan diri dari berbagai pengaruh yang dapat menjadikannya terjangkit penyakit. Hal- hal tersebut semuanya ada dalam ajaran Islam, bersumber dari hadits- hadits shahih maupun ayat Al- Quran.
Dengan merujuk konsep sehat yang dewasa ini dipaharm. berdasarkan rumusan WHO yaitu: Health is a state of complete physical, mental and social- being, not merely the absence q; disease on infirmity.
Menurut penelitian 'Ali Mu'nis, dokter spesialis internal Fakultas Kedokteran Universitas 'Ain Syams Cairo, menunjukan bahwa ilmu kedokteran modern menemukan kecocokan terhadap yang disyariatkan Nabi dalam praktek pengobatan yang berhubungan dengan spesialisasinya.
Sebagaimana disepakati oleh para ulama bahwa di balik pengsyariatan segala sesuatu termasuk ibadah dalam Islam terdapat hikrnah dan manfaat phisik (badaniah) dan psikis (kejiwaan). Pada saat orang- orang Islam menunaikan kewajiban- kewajiban keagamannya, berbagai penyakit lahir dan batin terjaga.
2.3.1 Kesehatan Jasmani
Ajaran Islam sangat menekankan kesehatan jasmani. Agar tetap sehat, hal yang perlu diperhatikan dan dijaga, menurut sementara ulama disebutkan ada sepuluh hal, yaitu:
    Sholat Teratur
Setelah mengadakan penelitian secara mendalam yang dikaitkan dengan kondisi fisik manusia, akhirnya berkesimpulan sebagai berikut :
1.    Manfaat ruku antara lain:
a.    Menjaga melekatnya tulang tungging dengan tulang belakang sehingga persendian menjadi licin.
b.    Dapat memperbaiki letak bayi yang kurang baik bagi ibu yang sedang hamil, sehingga pada saat melahirkan tidak mengalami patah tulang tunggingnya.
c.    Memperlancar sirkulasi darah dari jantung ke seluruh tubuh, terutama ke otak / kepala sebagai pusat susunan syaraf.
d.    Menghindarkan diri dari berbagai penyakit tulang belakang, seperti :
     Acute Lumbargo: sengal (rasa sakit) pinggang mendadak.
     Cronic Recurant: sengal (rasa sakit) pinggang menahun.
     Spondilosis: tergelincirnya ruas tulang belakang.
e.    Menyembuhkan kelainan- kelainan tulang belakang bagi anak- anak akibat posisi duduk yang kurang baik pada saat belajar misalnya penyakit kiposis (bungkuk), lordosis (menjorok ke depan) dan skoliosis (bengkok ke kanan atau ke kiri).
2.    Manfaat sujud, yaitu:
a.    Otot menjadi kuat, limpa terpijit sehingga aliran darah menjadi lancar karenanya.
b.    Berkembangnya otot dada bagi wanita, sehingga menghasilkan buah dada yang montok dan bagus bentuknya.
c.    Sirkulasi darah dari jantung ke seluruh tubuh akan lancar, keperluan darah di otak pun akan terpenuhi, karena otak adalah pusat susunan syaraf, maka terpenuhi atau tidaknya kebutuhan darah di otak akan banyak berpengaruh terhadap seluruh tubuh.
3.    Manfaat dudut tahiyat, yaitu: :
a.    Bagi wanita akan memperkuat bagian- bagian kemaluan, sehingga di saat melahirkan tidak mudah terjadi kerobekan. Dengan demikian juga terjaganya tiga lubang yang sangat berdekatan. Tiga lubang tersebut adalah saluran kencing, lubang senggama, lubang dubur atau poros.
b.    Bagi laki- laki, kaki memijit kemaluan, sehingga akan mengakibatkan lancarnya air seni, zakar (penis) dapat ereksi dengan baik dan testis akan dapat memproduksi sperma lebih banyak dan sehat serta hidup.
c.    Telapak kaki kanan yang dapat menanggulangi penyakit kaki leter yang biasanya menyebabkan tidak tahan berdiri atau berjalan.
4.    Cara turun untuk sujud dan bangkit dari sujud yang baik dan benar akan dapat memperkuat otot kaki, baik untuk laki- laki maupun untuk perempuan.

    Mengatur Pola Makan dan Minum
Dalam ilmu kesehatan atau gizi disebutkan, makanan adalah unsur terpenting untuk menjaga kesehatan. Kalangan ahli kedokteran Islam menyebutkan, makan yang halalan dan thayyiban. Al- Quran berpesan agar manusia memperhatikan yang dimakannya, seperti ditegaskan dalam ayat: “maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya”. (QS. ‘Abasa 80: 24 )
Menu makanan yang berfaedah terhadap kesehatan jasmani, seperti tumbuh- tumbuhan, daging binatang darat, daging binatang laut, segala sesuatu yang dihasilkan dari daging, madu, kurma, susu, dan semua yang bergizi. Allah menyatakan, "Dan Kami jadikan kepadanya kebun- kebun kurma dan anggur dan pancarkan padanya beberapa mata air, supaya mereka makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur” (TQS Yaasin ayat 1-3). Dan Firman-Nya: “Kemudian makanlah dari (tiap- tiap macam) buah- buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam- macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada apa yang demikian itu benar- benar terdapat tanda- tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang yang mau memikirkan”. (TQS An- Nahl ayat 69).
1.    Tata makanan. Islam melarang berlebih- lebihan dalam hal makanan, makan bukan karena lapar hingga kekenyangan, diet ketika sedang sakit, memerintahkan puasa agar usus dan perut besarnya dapat beristirahat dan tidak berbuka puasa dengan berlebih- lebihan dan melampaui batas.
2.    Mengharamkan segala sesuatu yang berbahaya bagi kesehatan, seperti bangkai, darah, dan daging babi.
    Keseimbangan Beraktivitas dan Istirahat
Perhatian Islam terhadap masalah kesehatan dimulai sejak bayi, di mana Islam menekankan bagi ibu agar menyusui anaknya, di samping merupakan fitrah juga mengandung nilai kesehatan. Banyak ayat dalam Al-Quran menganjurkan hal tersebut.
Al- Quran melarang melakukan sesuatu yang dapat merusak badan. Para pakar di bidang medis memberikan contoh seperti merokok. Alasannya, termasuk dalam larangan membinasakan diri dan mubadzir dan akibat yang ditimbulkan, bau, mengganggu orang lain dan lingkungan.
Islam juga memberikan hak badan, sesuai dengan fungsi dan daya tahannya, sesuai anjuran Nabi “Bahwa badanmu mempunyai hak”.
Islam menekankan keteraturan mengatur ritme hidup dengan cara tidur cukup, istirahat cukup, di samping hak- haknya kepada Tuhan melalui ibadah. Islam memberi tuntunan agar mengatur waktu untuk istirahat bagi jasmani. Keteraturan tidur dan berjaga diatur secara proporsional, masing-masing anggota tubuh memiliki hak yang mesti dipenuhi.
Di sisi lain, Islam melarang membebani badan melebihi batas kemampuannya, seperti melakukan begadang sepanjang malam, melaparkan perut berkepanjangan sekalipun maksudnya untuk beribadah, seperti tampak pada tekad sekelompok sahabat Nabi yang ingin terus menerus shalat malam dengan tidak tidur, sebagian hendak berpuasa terus menerus sepanjang tahun, dan yang lain tidak mau menggauli istrinya, sebagaimana disebutkan dalam hadits “Nabi pernah berkata kepadaku: Hai hamba Allah, bukankah aku memberitakan bahwa kamu puasa di sz'am? hari dan qiyamul laildimalam hari, maka aku katakan, benarya Rasulullah, Nabi menjawab: Jangan lalukan itu, berpuasa dan berbukalah, bangun malam dan tidurlah, sebab, pada badanmu ada hak dan pada lambungmujuga ada hak" (HR Bukhari dan Muslim).
    Olahraga Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan
Aktivitas terpenting untuk menjaga kesehatan dalam ilmu kesehatan adalah melalui kegiatan berolahraga. Kata olahraga atau sport (bahasa Inggris) berasal dari bahasa Latin Disportorea atau deportore, dalam bahasa Itali disebut deporte yang berarti penyenangan, pemeliharaan atau menghibur untuk bergembira. Olahraga atau sport dirumuskan sebagai kesibukan manusia untuk menggembirakan diri sambil memelihara jasmaniah.
Tujuan utama olahraga adalah untuk mempertinggi kesehatan yang positif, daya tahan, tenaga otot, keseimbangan emosional, efisiensi dari fungsi- fungsi alat tubuh, dan daya ekspresif serta daya kreatif. Dengan melakukan olahraga secara bertahap, teratur, dan cukup akan meningkatkan dan memperbaiki kesegaran jasmani, menguatkan dan menyehatkan tubuh. Dengan kesegaran jasmani seseorang akan mampu beraktivitas dengan baik.
Dalam pandangan ulama fikih, olahraga (Bahasa Arab: al- Riyadhat) termasuk bidang ijtihadiyat. Secara umum hukum melakukannya adalah mubah, bahkan bisa bernilai ibadah, jika diniati ibadah atau agar mampu melakukannya melakukan ibadah dengan sempurna dan pelaksanaannya tidak bertentangan dengan norma Islami.
Sumber ajaran Islam tidak mengatur secara rinci masalah yang berhubungan dengan berolahraga, karena termasuk masalah duniawi atau ijtihadiyat, maka bentuk, teknik, dan peraturannya diserahkan sepenuhnya kepada manusia atau ahlinya. Islam hanya memberikan prinsip dan landasan umum yang harus dipatuhi dalam kegiatan berolahraga.
Nash Al- Quran yang dijadikan sebagai pedoman perlunya berolahraga, dalam konteks perintah jihad agar mempersiapkan kekuatan untuk menghadapi kemungkinan serangan musuh, yaitu ayat:
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda- kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang- orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu najkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS.Al- Anfal :6o)
Nabi menafsirkan kata kekuatan (al- Quwwah) yang dimaksud dalam ayat ini adalah memanah. Nabi pernah menyampaikannya dari atas mimbar disebutkan 3 kali, sebagaimana dinyatakan dalam satu hadits:
Nabi berkata: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi ingatlah kekuatan itu adalah memanah, ingatlah kekuatan itu adalah memanah, ingatlah kekuatan itu adalah memanah”, (HR Muslim, al- Turmudzi, Abu Dawud, Ibn Majah, Ahmad, dan al- Darimi)
    Anjuran Menjaga Kebersihan
Ajaran Islam sangat memperhatikan masalah kebersihan yang merupakan salah satu aspek penting dalam ilmu kedokteran. Dalam terminologi Islam, masalah yang berhubungan dengan kebersihan disebut dengan Al- Thaharat. Dari sisi pandang kebersihan dan kesehatan, Al- Thaharat merupakan salah satu bentuk upaya preventif (pencegahan), berguna untuk menghindari penyebaran berbagai jenis kuman dan bakteri.
Imam Al- Suyuthi, 'Abd Al- Hamid Al- Qudhat, dan ulama yang lain menyatakan, dalam Islam menjaga kesucian dan kebersihan termasuk bagian ibadah sebagai bentuk qurbat, bagian dari ta'abbudi, merupakan kewajiban, sebagai kunci ibadah, Nabi bersabda: “Dari 'Ali ra, dari Nabi saw, beliau berkata: "Kunci shalat adalah bersuci" (HR Ibnu Majah, al- Turmudzi, Ahmad, dan al- Darimi)
Berbagai ritual Islam mengharuskan seseorang melakukan thaharat dari najis, mutanajjis, dan hadats. Demikian pentingnya kedudukan menjaga kesucian dalam Islam, sehingga dalam buku- buku fikih dan sebagian besar buku hadits selalu dimulai dengan mengupas masalah thaharat, dan dapat dinyatakan bahwa fikih pertama yang dipelajari umat Islam adalah masalah kesucian.
Abd Al- Mun'im Qandil dalam bukunya Al- Tadaivi bi Al- Quran seperti halnya kebanyakan ulama membagi thaharat menjadi dua, yaitu lahiriah dan rohani. Kesucian lahiriah segala sesuatu yang dipergunakan manusia dalam urusan kehidupan.
Menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan dalam Islam :
1.    Tubuh, Islam memerintahkan mandi bagi umatnya untuk membersihkan tubuhnya dari najis dan hadas. Dia mengajarkan kepada umatnya, mulai memotong kuku, membersihkan luas jari, mencabut bulu ketiak dan bersiwaq hingga bagaimana cara dia makan.
2.    Tangan, Nabi Muhammad saw bersabda: “cucilah kedua tanganmu sebelum dah sesudah makan dan cucilah kedua tanganmu setelah bangun tidur. Tidak seorang pun tahu di mana tangannya berada di saat tidur.”
3.    Makanan dan minuman, Rasulullah saw bersabda “tutuplah bejana air dan tempat minummu”.
4.    Rumah, “Bersihkanlah rumah dan halaman rumahmu”, sebagaimana di anjurkan untuk menjaga kebersihan dan keamanan jalan.
5.    Perlindungan sumber air, Rasulullah melarang umatnya membuang kotoran di tempat- tempat sembarangan, misalnya sumur, sungai, dan pantai. Perintah- perintah Rasulullah tersebut memiliki makna bahwa kita harus menjaga kebersihan dan kesehatan agar terhindar dari berbagai infeksi saluran pencernaan.
Sedangkan kesucian rohani meliputi kebersihan hati, jiwa, akidah, akhlak, dan pikiran
2.3.2    Kesehatan Rohani
Seperti yang dijelaskan dalam  Firman Allah yang tertuang dalam Al-Quran surat Al- Ra’d: 28 yang berbunyi: “(yaitu) orang- orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tentram. (Q.S. Al- Ra’d: 28)
Menurut Prof Dr. Nasaruddin Umar M.A, Guru besar UIN Syarif hidayatullah Jakarta mengatakan di dalam manusia ada unsur jasad (jasadiyyah), unsur nyawa, dan unsur ruh yang dalam Al- Quran disebut khalqan akhar. Seseorang baru disebut manusia jika memiliki ke 3 unsur ini.
Hubungan antara makhluk dengan Tuhannya akan berjalan baik bila sang makhluk menaati apa yang diperintahkan Allah, ciri- ciri jiwa yang sehat yang dalam Al- Quran disebut Qalbun Salim, seperti hati yang selalu bertobat (at-taqwa), hati yang selalu menjaga dari hal- hal keduniaan (al- zuhd), hati yang selalu ada manfaatnya (al- shumi), hati yang selalu butuh pertolongan Allah (al-faqir).
2.3.3    Kesehatan Sosial
Hidup bermasyarakat dalam arti yang seluas- luasnya adalah salah satu naluri manusia. Menurut Aristoteles menyebutkan manusia adalah Zone Polition, yaitu manusia yang selalu membutuhkan kehadiran orang lain. Oleh karena itu, dalam Islam dikenal istilah Ukhuwah (persaudaraan) yang akan mendatangkan muamalah (saling menguntungkan), hal ini memungkinkan rasa persaudaraan lebih tinggi.
Hal ini sesuai dengan QS. Al- Hujurat ayat 13 yang menyatakan : “hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki- laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa- bangsa dan bersuku- suku supaya kamu saling kenal- mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal. (QS. Al- Hujarat: 13)
2.3.4    Kesehatan Seks
Yakni meliputi hal- hal yang berkaitan dengan seks, kebersihan seks seperti mandi setelah bersetubuh, istinja’setelah kencing dan berak. Rasulullah saw bersabda: “Janganlah salah seorang diantara kalian menggauli isterinya sebagaimana hewan menggauli sesamanya. Hendaklah ia mengadakan pemanasan (perantara) terlebih dahulu dengan jalan ciuman dan kata- kata mesra” (HR. Turmudzi)
Faktor terpenting untuk mencapai kepuasan bersama adalah cumbu rayu, ketenangan pikiran, kenyamanan suasana dan aneka variasi dalam melakukannya. Ditinjau dari segi agama membuat variasi dari aneka posisi dalam bersenggama tidaklah dilarang. Allah swt berfirman: “Isteri- isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 223). Dan Rasulullah saw bersabda: “Dari depan atau dari belakang (boleh) asalkan tetap di farji (vagina).” (HR. Bukhari dan Muslim dll).
Senggama di farji (vagina) ketika isteri dalam keadaan haid. Allah swt berfirman: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita diwaktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu ditempat yang diperintahkan Allah kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 222).
Bahaya seks saat haid, yaitu:
•    risiko dijangkiti kuman HIV bagi lelaki dan wanita sebanyak enam kali ganda
•    menyebabkan timbulnya endometriosis pada tubuh wanita.

2.3.5    Kesehatan Mental
Yakni ajaran- ajaran untuk mencegah terjadinya stress. Oleh karena itu, Islam melarang semua benda yang dapat menghilangkan kesadaran dan melemahkan daya pikir, seperti khamr. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual.
•    Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
•    Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
•    Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah swt dalam agama Islam). Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang.
Dengan kata lain, sehat spiritual adalah keadaan di mana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan- aturan agama yang dianutnya.
2.3.6    Kesehatan Dari Aspek Ekonomi
Terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh karena itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.

2.4     Penerapan Pola Hidup Sehat
Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana cara menerapkan pola hidup sehat itu di dalam kehidupan kita masing- masing, berikut ini dapat kita ikuti beberapa terapi yang diajarkan oleh Islam kepada umat manusia: Pertama, senantiasa memelihara kebersihan dzahir dan bathin. Kebersihan adalah pangkal kesehatan, Nabi Muhammad saw. pernah bersabda: Al- nadhafatu min al- iman (kebersihan itu sebagian dari iman). Yang paling esensial dari kebersihan diri itu adalah kebersihan hati, jiwa (qalb), dan pikiran (aql). Dalam berbagai kenyataan, kita sering menemukan ada saja diantara orang yang mudah berburuk sangka (su'udzan) atau suka curiga kepada orang lain. Bahkan ada yang sampai berburuk sangka kepada Allah, Na'udzu bi Allah min dzalik.
Dari lubuk hati yang bersih serta akal yang sehat, seseorang akan memperoleh kesehatan yang sempurna. Bukankah banyak orang yang mengalami gangguan kesehatan disebabkan oleh faktor tidak sehatnya kedua hal tersebut, maka tidak mengherankan jika para dokter menyarankan setiap pasiennya yang mengalami stres (ketegangan) untuk hidup secara teratur, mengurangi, bahkan tidak membebani diri dengan pikiran dan perasaan yang berat- berat. Saran seperti itu, sebenarnya telah kita kenal sejak lama melalui konsepsi, al- 'aql alsalim fi al-jism al- salim (akal yang sehat akan membuahkan jiwa yang sehat pula).
Di dalam banyak ayat Al- Quran, Allah mengisyaratkan betapa urgensnya kita memelihara kebersihan hati dan jiwa itu. Misal, firman- Nya, ”Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk hatinya” (TQS Al-Tagabun 64:11). Hati yang tidak bersih akan sulit sekali untuk menerima petunjuk- petunjuk Allah, dan itu merupakan penyakit yang amat berbahaya. Untuk menjaga kebersihan hati sekaligus menghindarkan dari hal seperti itu, maka Allah mengajari kita selalu bermohon kepada- Nya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi Karunia (TQS Ali 'Imran ayat 8).
Kedua, hendaknya kita mencari nafkah yang halal dan thayyib, kemudian mengonsumsinya pula secara yang halal dan baik. Nafkah yang halal bukanlah sesuatu yang semata- mata berhubungan dengan hasil jerih payah pekerjaan seseorang, melainkan juga berhubungan dari mana sumber dan dari mana kita memperolehnya. Sebab dalam banyak kenyataan, seringkali ada diantara kita berpikir yang penting uang tidak terpikirkan bagaimana dan apa akibat spiritualnya pernyataan seperti itu.
Mengenai petunjuk kehalalan dan kebaikan sesuatu yang hendak kita konsumsi itu, antara lain Allah mengisyaratkan bahwa: “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa saja yang terdapat di bumi, dan janganlah kita mengikuti langkah- langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (TQS Al-Baqarah ayat 68). Sebagai contoh, daging yang baik untuk dikonsumsi antara lain dilihat dan ditentukan pula dari bagaimana proses penyembelihannya, apakah sesuai dengan ajaran Allah atau tidak (Al- Quran Surah Al-Maidah ayat 5).
Ketiga, memohon perlindungan dan kesehatan kepada Allah atas apa yang kita konsumsi. Setiap kali memulai kegiatan makan atau minum secara proporsional "makan dan minumlah, dan janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang- orang yang berlebihan", demikian peringatan dari Allah swt. Kemudian, dahuluilah dengan permohonan kepada Allah, semoga apa yang hendak kita konsumsi itu, dijauhkan dari berbagai macam penyakit melainkan sebaliknya akan mendatangkan kesegaran dan kebugaran tubuh. Sebab pada dasarnya makan serta minum itu, bertujuan untuk menyehatkan tubuh dan mengganti sel- sel yang diperlukan oleh setiap organ tubuh. Hakikat rezeki yang kita peroleh dan konsumsi itu dari Allah juga, karena pedoman dalam menciptakan pola konsumsi itu, misalnya Allah menyatakan harus proporsional (Al- Quran surah Al- A'raf ayat 31). Demikian pula Nabi Muhammad saw memberi isyarat dan contoh untuk itu. Misalnya, makanlah pada saat lapar dan berhentilah sebelum kenyang.
Memang pola konsumsi masyarakat kita selama ini masih pada taraf makan untuk sekadar kenyang bukan untuk kesehatan. Kita makan tidak beraturan waktunya, dan lain- lain. Padahal kalau kita telusuri soal ini, maka dalam salah satu hadis Nabi Muhammad saw. riwayat Muslim dinyatakan, "Perut itu adalah tempatnya bersarang penyakit dan pengaturan makanan adalah obat utama. Maka, pantaslah jika kemudian beliau sering kali melaksanakan ibadah puasa sunah, yang selanjutnya perlu kita teladani, terutama setiap hari Senin dan Kamis”.
Keempat, memelihara keteraturan hidup. Kunci dari ini adalah memiliki sikap displin. Islam menerapkan suatu perinsip al- wiqayat khayr mi al- ilaj (pencegahan lebih baik dari mengobati).
Kelima, hendaknya kita sering membaca dan mengikuti ajaran Al- Quran. Membaca Al- Quran adalah bagian dari zikir kepada Allah, sedangkan zikir mendatangkan ketenangan jiwa. "Sesungguhnya dengan mengingat Allah, jiwa akan memperoleh ketenangan." (Al- Quran surah Al- Ra'd ayat 28, Al- Quran Surah Yunus ayat 57). Namun dalam banyak hal, terkadang manusia baru menjadikan Al- Quran sebagai barang antik sehingga jarang disentuh apalagi untuk ditelaah isinya. Padahal kalam Allah itu adalah hudan (petunjuk) bagi hidup dan kehidupan umat manusia. Salah satu fungsinya, Al- Quran sebagai obat yang mujarab untuk mengobati penyakit, terutama kejiwaan seseorang yang dilanda rasa gundah gulana.

Rabu, 05 Desember 2012

Speedy Monitoring System Keamanan Dalam Genggaman

Speedy Monitoring System Keamanan Dalam Genggaman - Meninggalkan harta benda di rumah atau toko bisnis dalam keadaan kosong tanpa penghuni pasti sering membuat anda galau, terlebih jika anda tinggalkan dalam waktu lama tanpa system keamanan yang akan sangat rentan terhadap aksi pencurian. Namun kini seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin maju, layanan Speedy Monitoring hadir untuk memberikan rasa aman untuk hidup dan bisnis anda. Jadi dengan layanan ini, anda gak galau lagi deh jika harus meninggalkan rumah ataupun toko bisnis, apalagi setelah menggunakannya pasti anda akan bilang WOW.. sambil koprol... :)

Speedy Monitoring
Speedy Monitoring

Speedy Monitoring adalah layanan pengawasan akses live dan recorded video untuk memonitor ruangan atau area tertentu secara real time menggunakan web browser yang terhubung ke Speedy. Dengan layanan monitoring network ini anda dapat melihat hasil perekaman video yang tersimpan monitoring server dan dapat di-download kapan saja.

Speedy Monitoring


Speedy Monitoring System Keamanan Dalam Genggaman - Monitoring system network dengan CCTV online dan IP Camera melalui internet monitoring untuk monitoring rumah. Dengan Speedy Monitoring ini anda dapat merekam dan memonitor ruangan atau area tertentu dengan IP Camera yang terhubung ke jaringan Speedy dan mengakses hasil monitoring melalui web browser. Pokoknya dengan Speedy Internet Monitoring anda bisa memantau dan merekam rumah atau bisnis anda dari smartphone (HP) anda dimanapun dan kapanpun dengan mudah tanpa batas ruang dan waktu. Jadi dengan system keamanan dalam genggaman ini rumah anda aman dan semua bisnis anda pun lancar. Untuk info lebih detail, anda dapat mengunjungi official website melalui www.monitoring.telkomspeedy.com.