Tampilkan postingan dengan label Polisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Desember 2013

Peringatan: Tahun Baru Jangan Konvoi

Buat sobat LM yang bisa merayakan tahun baru dengan melakukan konvoi dengan kendaraan, sebaiknya tidak melakukannya pada malam tahun baru 2014 nanti kalau tidak mau ditilang pak polisi karena pihak kepolisian akan melakukan penindakan tegas kepada meraka yang iring-iringan berkendara saat malam pergantian tahun. Berikut sumber yang LM dapat dari hasil penelurusan.

Tahun Baru 2014


Tahun Baru 2014

Seperti dilansi OkeZone, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol R Nurhadi, mengatakan bahwa petugas akan melakukan pendekatan persuasif dengan maksud untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pihak kepolisian akan melakukan penindakan terhadap masyarakat yang melakukan iring-iringan kendaraan saat merayakan malam pergantian tahun.

Sebaiknya sobat perhatian terhadap himbauan ini dan juga memberi peringatan kepada teman maupun kerabat sobat untuk tidak melakukan konvoi pada malam tahun baru 2014 nanti. Kan lumayan daripada uangnya nanti hilang karena ditilang lebih baik buat jajan sambil baca Blog LM atau membuat status dan mengirimkan ucapan tahun baru lucu romantis via bbm maupun SMS.

Kamis, 24 November 2011

Kenapa Pak Polisi?

Kenapa Pak Polisi? - Hari jum'at (25/11/2011) ini bagi sebagian orang, termasuk LM sendiri mungkin menjadi hari yang menjengkelkan dalam mengawali hari untuk beraktivitas rutin sehari-hari. Pasalnya, pagi ini sekitar jam 8 pagi lebih sekian, setelah berangkat dari rumah LM terkena razia kendaraan bermotor yang digelar polisi di kawasan Jl.Ir.H.Djuanda Kota Depok. Kenapa LM sebut ini hari yang menjengkelkan karena dalam razia tersebut LM merasa mengalami kesedihan, kecewa, kesal dan mungkin sedikit ada ketidakadilan yang dilakukan salah satu petugas.



Sebelum bercerita lebih jauh, LM mau menegaskan bahwa dalam posting kali ini, tidak bermaksud untuk mencari kesalahan apalagi menjelek-jelekan unsur tertentu yang terlibat dalam subjek postingan ini. Tulisan ini hanya sekedar curhat LM, yang mungkin dialami sahabat lain juga sebagai perhatian pimpinan pihak penegak hukum dalam upaya mengoptimalkan kinerjanya yang semakin disorot publik dari keluh kesah si penerima layanan.

Lansung saja tanpa basa-basi lebih lanjut, cerita ini berawal dari rutinitas sehari-hari LM sebagai seorang pegawai swasta biasa yang sedang menuju ke tempat kerja melalui jalan Ir.H.Djuanda yang merupakan rute rutin yang LM lintasi setiap hari kerja. Dalam perjalanan ada razia polisi yang digelar, tanpa ada perasaan apa-apa karena perlengkapan seperti SIM dan STNK siap serta kondisi kendaraan (motor) dalam keadaan baik, termasuk fungsi lampu dan sen.

Kemudian salah satu petugas menghentikan laju kendaraan LM, tanpa ada ucapan seperti “Selamat Pagi Pak…”atau sambil berposisi seperti hormat pada umumnya. Setelah LM berhenti, lanjut petugas berucap “Tahu Kesalahannya…?”. Dengan bingung LM menggelengkan kepala, lalu ia lanjut berucap “Tidak menyalakan lampu di siang hari…” sambil memegang lampu utama motor LM yang jelas-jelas menyala. Sontak saja LM menjawad dengan tegas “Loh lampu saya sudah nyala pak, ni pegang panas…” sambil tangan LM ikut memegang lampu utama bersama petugas. “Kamu lampu dinyalakan kalau ada petugas…” tambahnya sambil mengarahkan LM untuk menepi. Selanjutnya ia meminta surat-surat kelengkapan kendaraan, dengan wajah sedikit asem lalu LM berikan yang kemudian dia berikan kepada rekanya sambil berucap “Tidak menyalakan lampu…”.

Dalam kejadian tersebut, yang LM persoalkan adalah bagaimana mungkin lampu jelas menyala dan dipegang terasa panas dibilang lampu baru dinyalakan. Dengan bersikap tidak merasa salah dan tidak mau kalah, akhirnya petugas itu pun menang. Apakah, orang sipil seperti LM tidak berhak memberikan alasan logis, dan kenapa sebagai petugas penegak hukum dengan alasan yang tidak bisa diterima logika harus selalu menang, sungguh LM tidak habis pikir. 

Kenapa di zaman kebebasan mengemukakan pendapat sekarang ini hal seperti itu masih saja terjadi? Apakah tidak ada instrumen ataupun sarana pendukung yang dibekali petugas sebagai penguat bukti kalau pelanggar hukum memang terbukti bersalah, bukan hanya sekedar karena si petugas melihat? Apakah penglihatan petugas menjadi satu-satunya bukti untuk menentukan seseorang itu melakukan pelanggaran, apakah bukti itu bisa cukup kuat walaupun petugas memang berwenang?. Apakah orang sipil tidak diperbolehkan mengemukakan pendapat dan menuntut keadilan yang menjadi hak azasinya?


Ada satu lagi kesalahan yang dilakukan, lihat tanda lingkar merah di foto tersebut, di surat tersebut tertera tanggal sidang 02/11/2011, jelas-jelas LM terkena pelanggaran tangga 25/11/2011. Kenapa Pak? Ya sudah untuk hal ini LM tidak terlalu persoalan karena memang manusia tidak luput dari salah. 

Akhirnya, untuk perhatian kepada pihak bersangkutan saja, agar memperbaiki sikap tidak mau salah dan tidak mau kalah. Tidak ada ruginya bersikap bijaksana dan sedikit berbaik hati kepada sesama (yang tidak bersalah), biarlah LM menjalani hukuman ini dengan menunggu di pengadilan yang sudah pasti penuh sesak dengan pelanggar lainnya dan penjual jasa nanti sebagai bentuk teguran agar LM menjadi lebih baik. Hanya doa yang bisa LM panjatkan, semoga Indonesia menjadi lebih baik dalam menegakkan hukum, dan semoga bapak (petugas individual) diberikan umur yang panjang. Amin…

Selasa, 05 April 2011

Video Lucu Polisi Gemulai Marak Beredar di YouTube

Video pria berseragam anggota kepolisian berjoget ala artis kembali beredar di dunia maya. Setelah Briptu Norman Kamaru, anggota Brimob Polda Gorontalo, kali ini video seorang anggota kepolisian yang berjoget dengan diiringi lagu dangdut juga beredar.

Seperi dilansir Liputan 6, dalam video terlihat, polisi tersebut joget di sebuah dapur atau rumah makan. Gerakannya gemulai, tidak seperti polisi pada umumnya. Dia terus berjoget mengikuti syair lagu dangdut. Durasinya sekitar 3,04 menit.

Belum diketahui dari kesatuan mana anggota kepolisian tersebut. Identitasnya pun belum terkuak. Namun, video yang diposting di situs youtube itu cukup menarik minat peselancar dunia maya, baik pro maupun kontra.