Tampilkan postingan dengan label SBY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SBY. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Agustus 2013

Inilah Foto SBY dan Istri Saat Muda

Foto Ibu Negara Ani Yudhoyono saat muda bersama SBY mendapat pujian dari kalangan peselancar dunia maya. Foto SBY dan istri saat muda tersebut kini menjadi salah satu bahasan utama dan menjadi buruan di media online. Seperti apa fotonya, berikut foto SBY dan istri saat muda yang tengah hot tersebut.

Foto SBY dan Istri Saat Muda

Foto SBY dan Istri Saat Muda

Dalam foto tersebut Ani Yudhoyono tampak cantik dengan senyum mengembang, mengenakan batik kembang putih-cokelat. Ani yang didampingi suaminya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampak mesra. SBY mengenakan baju dinas TNI dan kacamata hitam tersenyum lebar. Dengan backround gambar pegunungan.

Seperti dikutip Inilah, foto SBY dan istri ini diambil dari buku yang ditulis Ani Bambang Yudhoyono berjudul 'Batikku: Pengabdian Cinta Tak Berkata'. Dalam buku ini Ibu Ani banyak bercerita tentang kecintaannya kepada batik sejak muda.

Sabtu, 23 Juli 2011

Foto SBY 'Pening' Beredar Marak Diburu

Foto SBY 'Pening' Beredar Marak Diburu - Dewasa ini memang para petinggi Partai Demokrat sedang dibikin pening tujuh keliling dengan derasnya gelombang tuduhan terhadap Nazaruddin yang masih belum diketahui keberadaannya sejak pemunculan video wawancara di Metro TV. Fenomena ini mengilhami seorang fotografer yang tidak diketahui siapa mengupload foto Susilo Bambang Yudhoyono dengan latar belakang bertulisan 'PENING', melalui pesan BlackBerry Messenger.http://lingkarmerah.blogspot.com/Bila dilihat dari latar belakang tulisan, gambar ini diambil saat SBY menyampaikan pidato pembukaan Rakornas di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu kemarin, 23 Juli 2011. Rakornas Demokrat 2011 ini mengambil tema: "Konsolidasi Perbaikan dan Peningkatan Kinerja." Rupanya, kata 'Pening' itu merupakan nuklian dari kata 'Peningkatan' di tema Rakornas itu.

Rabu, 27 April 2011

Inilah Isi Pantun Hatta Rajasa Untuk SBY

Pantun dan syair tersebut disampaikan Hatta dalam pidato sambutan tuan rumah saat dimulainya acara lamaran Edhie 'Ibas' Baskoro Yudhoyono dengan Situ Ruby Aliya,

Seperti dilansir Inilah, berikut ini salinan syair dan pantun Hatta:

“Keluarga besar Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang kami muliakan, sebagai manusia biasa tentu banyak kealpaan pada penerimaan kami,

Entah kami salah menjemput
Entah kami salah menyambut
Entah kami salah menyebut
Entah kami tersalah letak
Entah kami tersalah tegak
Entah kami tersalah tempat
Entah kami tersalah sapa

Itu semua bukanlah kami sengaja,bak kata orang tua-tua:
Tak ada tebu yang tak beruas
Tak ada laut yang tak berombak
Tak ada sungai yang tak beriak
Tidak ada gading yang tak retak
Tak ada manusia yang tak khilaf

Untuk itu mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.
Di kuala daik airnya tenang
Di sana biduk banyak berhenti
Mana yang baik bawalah pulang
Mana yang buruk kita sudahi."