Tampilkan postingan dengan label Tentang Setan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Setan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 September 2012

Tipu daya Setan kepada Wanita

Iblis laknatullah membisikkan kepada para wanita bahwa apa setiap pakaian termasuk hijab tidak ada kaitannya dengan agama, sebaliknya ia hanya sekadar pakaian atau gaya hiasan. Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka setan beralih dengan strategi yang lebih halus. Bagaimanakah caranya?

Memperlihatkan Bagian Tangan

Kebiasaannya telapak tangan sudah terbuka, maka setan membisikkan kepada para wanita agar ada sedikit peningkatan gaya, yaitu membuka bagia hastan (siku hingga telapak tangan).

“Ah! Tidak apa-apa, kan masih pakai kerudung dan pakai baju panjang.”
Begitu bisikan setan.

Akhirnya si wanita menampakkan tangannya dan ternyata para lelaki melihatnya juga seperti biasa.

Maka setan berbisik, “Nah, tak apa-apa kan?”

Memperlihatkan Leher dan Dada

Setelah memperlihatkan tangan menjadi kebiasaan, maka datanglah setan untuk membisikkan perkara baru lagi.

“Kini buka tangan sudah menjadi lumrah, maka perlu ada peningkatan gaya yang lebih maju lagi, yaitu terbuka bagian atas dada kamu, tetapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya sedikit untuk mendapatkan udara agar tidak panas. Cobalah! Orang pasti tidak akan peduli karena hanya sebagian saja yang terbuka.”

Maka dipakailah pakaian gaya terbaru yang terbuka bagian leher dan dadanya dari gaya setengah lingkaran hingga gaya berbentuk “V”.

Berpakaian tapi Telanjang

Setan berbisik lagi, “Pakaianmu hanya begitu-begitu saja, cobalah gaya yang lebih bagus! Banyak kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat agak ketat biar lebih indah dan cantik dipandang.”

Maka tergodalah si wanita. “Mungkin tidak ada masalah, kan potongan pakaiannya masih panjang, hanya bahan dan gayanya saja yang berbeda, agar terlihat lebih feminim,” begitu setan membisikkan lembut.

Maka, jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi S.A.W sebagai kasiyat ‘ariyat (berpakaian tapi telanjang).

Berpakaian Terbuka

Setelah para muslimah mengenakan pakaian yang ketat, maka setan datang lagi.

“Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, kerana sempit, kan lebih baik dibelah hingga lutut atau mendekati paha? Dengan itu kamu lebih leluasa.”

Lalu dicobalah ide baru itu, dan memang benar dengan dibelah mulai dari bagian bawah hingga lutut atau mendekati paha ternyata lebih sleluasa dan mudah untuk duduk atau menaiki kenderaan.

Kerudung Semakin Kecil

Kini setan melangkah dengan tipu daya lain yang lebih “power”. Tujuannya adalah agar para wanita menampakkan bagian auratnya. “Oh, ada yang terlupa! Kalau kamu pakai baju sedemikian, maka kerudung yang besar tidak sepadan lagi. Sekarang kamu cari  kerudung yang lebih kecil agar serasi dan selaras. Orang tetap akan menamakannya kerudung.”

Melepas Kerudung

Si wanita ternyata leluasa dengan gaya baru yang dipakainya seharian. Setan datang memberi ide lagi. “Rambutmu sangat cantik. Bukankah lebih bagus lagi jika kerudungmu dilepaskan. Kamu bebas mencoba gaya rambut yang bermacam-macam. Malah, kamu bisa mewarnainya dengan warna yang kamu suka supaya kelihatan lebih menawan.”

Maka, sekali lagi setan berrhasil mempengaruhi si wanita supaya mendampakkan rambutnya.

Membuka Seluruh

Setan kembali berbisik, “Kalau langkah kakimu masih kurang leluasa, maka cobalah kamu cari gaya yang lebih menarik. Bukankah kini banyak skirt separuh betis dijual di pasaran? Tidak usah terlalu terbuka, hanya kira-kira 10 sentimeter saja. Nanti kalau kamu sudah biasa, baru cari gaya yang di atas paras lutut”

Benar-benar bisikan setan telah menjadi penasihat peribadinya. Maka terbiasalah dia memakai pakaian terbuka. Terkadang si wanita berfikir, apakah ini tidak bertentangan dengan agama?

Namun bisikan setan menyahut, “Ah, jelas tidak bertentangan. Kan sekarang zaman sudah semakin modern. Kamu hanya mengikut arus gaya masa kini.”

“Tetapi, apakah ini tidak menjadi fitnah bagi kaum lelaki?”
hati si wanita curiga.

“Fitnah? Ah, kalau kaum lelaki melihat bagian tubuh wanita yang terbuka, malah senang dan mengatakan ooh atau wow, bukankah ini berarti sudah tidak ada fitnah lagi, karena sama-sama suka?”
setan menghasut.

Begitulah sesuatu yang seakan-akan mustahil untuk dilakukan. Namun setan tidak pernah berhenti membisikkan hasutan-hasutan jahat sehingga disaat kematian seorang anak Adam itu. Hingga pada suatu ketika nanti akan muncul ide untuk mandi di kolam renang atau di pantai secara terbuka, di mana hanya dua bahagian sahaja yang ditutupi iaitu kemaluan dan buah dada!!! Ingatlah, setan laknatullah hanya pandai menjanjikan kita dengan janji-janji palsu yang halus dan memikat, janji untuk kenikmatan dunia, tetapi sebenarnya janji itu palsu dan racun yang mematikan!

Nauzubillah…

Selasa, 25 September 2012

Tipu Daya Syaitan pada Orang yang Muslim

Hakikat syaitan sebagai musuh manusia diulangi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala beberapa kali di dalam al-Qur’an. Semuanya bagi memperingatkan kita tentang musuh yang nyata ini:

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam agama Islam dengan utuh; dan janganlah kamu mengikuti jejak langkah syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. [Al-Baqarah 2:208]

Permusuhan syaitan kepada kita, manusia, bukanlah sesuatu yang berlaku secara sekali sekala. Ia adalah sesuatu yang berterusan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدَكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَيْءٍ مِنْ شَأْنِهِ…

Sesungguhnya syaitan hadir di sisi seseorang kalian pada setiap sesuatu yang kalian lakukan…

Maka permusuhan syaitan ditujukan kepada kita dalam semua suasana dan perbuatan seperti tidur, mandi, makan, perbualan, pemandangan, pendengaran, pekerjaan, gerak hati, pemikiran, wudhu’, solat, puasa, haji dan berbagai lagi. Bahkan ketika saya sedang menartikel ini, syaitan ada bersama untuk mengganggu tumpuan atau menabur keraguan. Tidak sekadar itu, permusuhan syaitan kepada kita berlaku dalam bentuk yang berbeda-beda, antaranya:
  1. Bagi orang yang rajin beribadah, syaitan menipunya dengan suruhan beribadah saja sehingga dia melalaikan tugas kerja.
  2. Bagi orang yang rajin kerja, syaitan menipunya dengan suruhan kerja saja sehingga dia melalaikan agamanya. Bentuk pertama dan kedua ini telah nyata dan terjadi pada masa kini sehingga sulit untuk ditemukan seorang yang profesional dari sudut kerjanya dan agama.
  3. Bagi orang yang berpendidikan tinggi, syaitan menakut-nakutkan mereka agar tidak mendalami ilmu-ilmu agama. Ini juga amat lazim berlaku sekarang ini dimana ramai umat Islam yang telah mencapai tahap pendidikan yang tinggi tetapi dalam urusan agama, ilmu mereka masih sekadar apa yang dipelajari di bangku sekolah. Dalam kerjaya, mereka berpegang teguh kepada disiplin dalil dan perkataan, akan tetapi disiplin yang sama tidak mereka terapkan dalam agama.
  4. Bagi orang yang berpendidikan rendah, syaitan membangkitkan teori-teori kosong kepada mereka agar kelihatan bijak.
  5. Bagi orang yang memiliki semangat tinggi memperjuangkan Islam, syaitan memberi janji kosong kepada mereka bahwa dengan melakukan sekian-sekian cara dan manhaj, perjuangan mereka akan memperoleh kesuksesan. Padahal kita tahu bahwa tidak ada kesuksesan dalam perjuangan melainkan dengan mengikuti cara dan manhaj Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
  6. Bagi orang yang memiliki pemikiran yang cemerlang, syaitan menghiasi mereka dengan teori-teori yang canggih. Orang-orang seperti ini banyak kita temui sekarang ini dimana mereka bercakap dengan nada Islam tetapi dengan isi kandungan yang menafikan ketuhanan (ateis), kemusyrikan dan kekufuran.
  7. Bagi orang yang memiliki pemikiran yang sederhana, syaitan menakut-nakutkan mereka agar tidak berganjak dari pandangan agama yang dipegang sejak turun temurun. Maka sumber agama berubah dari al-Qur’an dan al-Sunnah kepada yang lazim dan tradisi. Apabila ditegur atau dipaparkan sesuatu yang baru, mereka menolak dengan alasan-alasan yang tidak ilmiah.

Demikian sekadar tujuh bentuk permusuhan yang dilakukan oleh syaitan kepada kita.  Bentuk-bentuk permusuhan syaitan sulit untuk dihitung. Ia akan melakukan segala cara untuk mencapai empat objektifnya yang utama, iaitu:
  1. Menyesatkan manusia.
  2. Mengkafirkan manusia.
  3. Memusyrikkan manusia.
  4. Menjadikan manusia penghuni neraka.

Senin, 17 September 2012

Permintaan Syaitan dari Allah

Ceritanya Rasulullah sedang berbicara kepada iblis dan bertanya apa saja permintaan iblis yang sampai saat ini dikabulkan Allah SWT. Ada 10 permintaan iblis yang dikabulkan Allah .. Apa saja?

Nabi Muhammad : Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?
Syetan : 10 macam
Nabi muhammad : Apa saja?

Syaitan :

1. Aku minta agar Allah membiarkan aku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman : 
“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka”, tidaklah janji syaitan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)
Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

2. Aku minta agar Allah membiarkan aku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan isterinya tanpa berlindung dengan Allah, maka syaitan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaitan.

3. Aku minta agar boleh ikut bersama dengan orang yang menaiki kenderaan bukan untuk tujuan yang halal.

4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

6. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Al Qur’anku.

7. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

8. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku. Allah swt berfirman,  
“Orang-orang boros adalah saudara-saudara syaitan.” (QS Al-Isra : 27).

9. Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

10. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, “silakan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebahagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”

Iblis berkata : 

“Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikkan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa walau seorang pun…!!! Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberikan hidayah sedikitpun, engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara hidupnya. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :
“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119)
“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)


Iblis lalu berkata:
“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk syurga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu dan aku tak berbohong"